Mean, Median dan Modus

pks1

Dalam ilmu statistik kita selalu mengenal ukuran mean (rataan), median (nilai tengah) dan modus (nilai terbanyak). Ketiga ukuran ini merupakan ukuran average (rata-rata) dalam kelompok ukuran pemusatan (central tendency). Ketiga ukuran statistik ini pun banyak dijumpai penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menggambarkan sekelompok data kita sering menyatakannya dalam mean, median ataupun modusnya.

Mean atau rataan adalah jumlah seluruh data (sum) dibagi dengan banyaknya data. Sedangkan median adalah nilai yang tepat berada di tengah-tengah sekelompok data setelah data kita diurutkan menurut besarnya. Terakhir modus adalah nilai/data yang paling tinggi frekwensi kemunculannya dalam kelompok data yang kita miliki tersebut. Meskipun memiliki definisi yang berbeda-beda, penggunakan ketiga ukuran ini memiliki makna dan maksud yang sama yaitu untuk mewakili ukuran rata-rata (pusat) dari sejumlah data.

Lalu apa perbedaan ketiga ukuran ini? Perbedaannya adalah pada kapan kita harus menggunakan ketiga ukuran ini. Berikut ini beberapa kondisi yang menggambarkan penggunaan ketiga ukuran ini:
1. Skala pengukuran:
Untuk data dengan skala pengukuran interval, pada dasarnya ketiga ukuran di atas dapat digunakan. Namun akan lebih baik menggunakan ukuran mean jika jumlah data kita sangat sedikit. Untuk jumlah data yang sangat banyak biasanya data dibuat dulu menjadi data berkelompok kemudian baru dihitung ketiga ukuran tersebut.
Jika skala pengukuran data berupa ordinal, maka ukuran yang bisa digunakan hanya median dan modus, sedangkan mean tidak dapat digunakan.
Untuk skala pengukuran nominal, ukuran yang bisa digunakan hanyalah modus, sedangkan dua ukuran yang lainnya tidak dapat digunakan.

2. Bentuk distribusi frekuensi
Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih ukuran yang tepat adalah bentuk distribusi frekuensi. Dalam distribusi normal (sempurna), ketiga ukuran memiliki letak yang sama. Mean menjadi tidak akurat digunakan pada distribusi yang menceng. Dalam kondisi seperti itu lebih baik menggunakan median.

Kesimpulan: Gunakan mean untuk data yang berdistribusi normal dengan skala pngukuran interval atau rasio, gunakan median untuk distribusi yang menceng dan gunakan modus untuk data dengan skala pengukuran nominal.

Semoga bermanfaat

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s